Enjoy your time in Yogyakarta Airport Kulon Progo
Whether you’re departing or arriving, there’s always something great going on at Yogyakarta Airport Kulon Progo.
The Yogyakarta International Airport Train is operated by Railink and provides route back and forth from Yogyakarta Tugu Station, Wates Station, and Yogyakarta International Airport. The Airport’s train only takes 39 minutes travel. Tickets available for purchase through online and offline canals.
For online canals, it is purchaseable at KA Bandara app, Railink website, or the KAI Access app. While the offline one is accessible at vending machines and station information counters with e-payment methods.
For more information, please visit the following link: https://www.railink.co.id/schedule
KA Bandara-Yogyakarta International Airport dikelola oleh Railink dengan rute perjalanan Stasiun Tugu Yogyakarta-Stasiun Wates-Bandara Internasional Yogyakarta (dan arah sebaliknya). Perjalanan KA Bandara-YIA ditempuh selama 39 menit. Pemesanan tiket dilakukan melalui seluruh kanal pembelian tiket baik secara online maupun offline.
Pembelian secara online di Aplikasi KA Bandara, Website Railink, dan KAI Acces. Sedangkan pembelian secara offline dapat dilakukan di vending machine dan meja informasi stasiun dengan metode pembayaran non tunai.
Informasi lebih lanjut, kunjungi tautan berikut: https://www.railink.co.id/schedule
Tidak jauh dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo, terdapat tempat kuliner bernama Kopi Jolotundo. Restoran bernuansa Jawa dengan suguhan pemandangan sawah ini banyak dikunjungi publik figur hingga pejabat negara.
Mulai dari artis Wulan Guritno, presenter kondang Ramzi Geys Thebe hingga ustadz beken Gus Miftah tercatat pernah l ke Jolotundo. Bahkan, salah satu pejabat negara sekaligus tokoh nasional, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD sudah beberapa kali ke sini untuk menyantap kuliner "ndeso" sembari menikmati momen terbenamnya mentari.
"Yang cukup sering ke sini ada Pak Profesor Mahfud MD, beliau sudah tiga kali. Jadi ketika beliau punya kesempatan ke Jogja, pasti menyempatkan datang ke Jolotundo. Biasanya sambil nunggu (pesawat ) kembali ke Jakarta, beliau prefer datang ke Jolotundo, khususnya di waktu sore untuk menikmati sunset," ucap pengelola Jolotundo, Wawan Gunawan, saat ditemui di lokasi, Minggu (6/8/2023).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jolotundo terletak di area persawahan wilayah Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates, Kulon Progo. Lokasinya tergolong dekat dengan bandara YIA, yakni berkisar 8,7 km atau 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
Tempat kuliner yang baru beroperasi sekitar dua tahun terakhir ini mengusung konsep tradisional Jawa. Bisa dilihat dari struktur bangunan yang menggunakan joglo khas Jogja komplit dengan ornamen pendukungnya.
Umumnya restoran Jawa, Jolotundo juga menyediakan hidangan tradisional atau yang beken disebut menu "ndeso". Menu andalannya yakni sayur lodeh, tempe lombok hijau, tumis kikil, ayam bumbu lengkuas dan oseng daun pepaya.
"Menu andalan kami ada sayur lodeh tempe lombok ijo karena itu paling banyak dicari. Kemudian menu favorit lainnya dan ada ada tumis kikil, ayam goreng lengkuas serta oseng daun kates (pepaya) yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga pahitnya tidak terlalu terasa," ujar Wawan.
Sembari menyantap hidangan ndeso, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sekitar berupa hamparan sawah. Jika datang saat sore hari, pengunjung dapat menyaksikan momen terbenamnya matahari yang tampak jelas dari tempat ini.
"Untuk menikmati suasana alam, dengan view sawah tadi saya rekomendasikan datang Jam 10 sampai jam jelang sunset. Karena best viewnya itu sunset, jadi orang makan di pinggir sawah nah itu sambil menikmati sunsetnya," ucap Wawan.
Wawan mengatakan, pihaknya juga menyediakan fasilitas lain berupa keliling pedesaan mengucapkan mobil Jeep. Cukup merogoh kocek Rp50 ribu per orang, pengunjung bisa jalan-jalan santai berkeliling desa dan area persawahan sekitar.
Simak lebih lengkap di halaman berikutnya.....
"Additional servis kami selain bisa makan dengan nuansa joglo dan sawah, ada juga Jolotundo Jeep and adventure. Jadi kami siapkan jeep bagi customer yang setelah makan dan ngopi, bisa juga jalan-jalan pakai Jeep kita keliling Desa Sogan. Tarifnya terjangkau satu trip Rp 50 ribu untuk empat orang maksimal dengan durasinya 15-20 menit," terangnya.
Salah satu pengunjung Kopi Jolotundo, Kurnia Astuti mengaku terkesan dengan suasana yang dihadirkan restoran ini. Selain itu, menu yang dihidangkan komplit dengan rasa yang pas bagi lidahnya.
"Pertama kali ke sini suasananya enak ya. Adem, terus rindang banyak pohon. Makanannya juga cukup enak, bumbunya terasa banget. Kebetulan tadi coba kikil sama daun pepaya lauk tempe bacem," ucapnya.
Sementara itu, pengunjung lain, Noviayu mengaku cukup sering berkunjung ke Jolotundo. Biasanya dia mampir untuk menghabiskan waktu menunggu keberangkatan pesawat di YIA.
"Karena deket bandara ya, jadi kalau pas ada jadwal ke luar kota naik pesawat pasti mampirnya ke sini dulu, sekalian healing," ujarnya.
Dear LIM H., We very much appreciate your comments regarding your stay at the Novotel Yogyakarta International Airport Kulon Progo. We're delighted to hear that you had a comfortable stay and enjoyed our service, including the early morning breakfast and airport transfer. We’re sorry about the missing chili padi during your lunch next time, we’ll make sure it’s ready for you. Thank you again for sharing your experience, and we hope your next visit will be as pleasant as the previous one. Sincerely, Gunawan Widodo General Manager